Pelelangan The Legend Properties 2011

Dilatarbelakangi oleh realisasi niat reuse (salah satu dari tiga ajaran mulia pengelolaan sampah reduce-reuse-recycle) dan naluri menambah uang kas, maka tercetuslah sebuah ide brilian untuk menyelenggarakan Pelelangan The Legend Property 2011. Disebut demikian karena sumber barang-barang lelang merupakan hibah properti karun (terinspirasi dari kata “harta karun”) dari kakak pertama Argo “Kosam” yang kini melakukan pengembaraan ke Timur untuk menyempurnakan ilmu. Matur nuwun buat mas Argo “Kosam”🙂.

Kegiatan pelelangan ini diprakarsai oleh Pengurus Plantagama Bidang Rumah Tangga yaitu Sandhi “Kagol” sebagai MC dan Rena “Pengkor” sebagai notulen. Mereka berdua seringkali lokir posisi supaya tidak terjadi cidera pita suara saat ngoceh sebagai MC dan tidak mengalamai penyakit kriting jari karena terlalu banyak menulis. Bidang Resmi tersebut juga merekrut seorang AK (Anggota Khusus) untuk mengisi posisi penting sebagai kasir yaitu Ian “Gembel”. Segala jenis pembayaran bentuk tunai maupun kredit yang berkaitan dengan pelelangan akan ditangani oleh kasir. Pasar yang dijadikan target penawaran barang lelang adalah AK PLANTAGAMA.

Pelelangan The Legend Property 2011 tersebut disisipkan dalam kegiatan rutin bulanan Tea Nite Plantagama pada tanggal 25 November 2011 dan 22 Desember 2011. Acara dimulai pukul 19.00 WIB – selesai di Plantagama. Pelelangan properti karun dilaksanakan dalam dua sesi pelelangan karena barang yang dilelang terlalu banyak. Pembagian sesi tersebut didasarkan pada properti buku dan non-buku.

Berikut ini merupakan peraturan pelelangan yang ditetapkan:

1. Open bid ditentukan oleh penyelenggara (Rena “Pengkor”, Sandhi “Kagol” dan Ian “Gembel”) dengan musyawarah untuk mufakat.

2. Peserta boleh nge-bid (menawar lebih tinggi) dimulai dengan kenaikan Rp 500,00 dan kelipatannya dari open bid (harga yang ditawarkan).

3. Barang yang sudah ditawar harus dibayar.

25 November 2011. Pelelangan Sesi I: Properti Non-buku

Sandhi “Kagol”       : “Seterika listrik specs masih bagus. Bisa dipake nyetrika buat para anak kost. Bisa dijadikan kado buat Ibu pas hari Ibu. Kekurangannya adalah ada lakban-an di kabelnya karena kabel terkelupas, tapi cuma sedikit.”

Icha “Plonthos”      : “Dicoba dong dicoba…. dicolokin dulu ke listrik biar nyata fungsi-enggaknya. Wah, kalo seterika, ibukku mau nih….” (kemudian meng-SMS ibunya)

(cluk….ckluk….cluk…. Sandhi “kagol” menuju colokan listrik dan memberikan pembuktian. Seterika oke!)

Sandhi “Kagol”       : “Yak, open bid Rp 5.000,00”.

Icha “Plonthos”      : “Aku… Rp 5.500,00”.

Lukvi “Dipan”         : “Rp 6.000,00”

Icha “Plonthos”      : “Rp 6.500,00”.

Lukvi “Dipan”         : “Rp 7.000,00”

(suasana mulai memanas)

Putri “Kriyip”          : “Rp 8.000,00. Seterikaku di kost rusak je.… nggak panas”.

Icha “Plonthos”      : “Rp 10.000,00”

Lukvi “Dipan”         : “Rp 11.000,00”

Icha “Plonthos”      : “Rp 15.000,00. Ehehehe……”

Peserta yang lain   : “wedyaaannn…….”

Putri “Kriyip”          : “Aaah….. Icha…. Aku Rp 17.500,00, San….”

Icha “Plonthos”      : “Rp 19.000,00”.

Putri “Kriyip”          : “Rp 19.500,00. Kok udahan, Luk?? Ayo nge-bid lagi….  ”

Lukvi “Dipan”         : “Hehe, enggak ahh…. udah ah….”

(Ternyata Lukvi “Dipan” sudah tidak kuat nge-bid)

Icha “Plonthos”       : “Rp 20.000,00”.

Sandhi “Kagol”       : “Yak, penawaran tertingi saat ini Rp 20.000,00 oleh Mbak Icha. Ada yang menawar lebih tinggi lagi?? Rp 20.000,00 yang pertama…. Rp 20.000,00 yang kedua…”.

Putri “Kriyip”          : “Rp 20.500,00”.

Sandhi “Kagol”       : “Oke…. Rp 20.500,00 dari Mbak Putri. Ayo, Mbak Icha jangan kalah….”

Icha “Plonthos”       : “wah,,, hahaha…. Mbak putri kii…. mundur wae ahh….”.

Sandhi “Kagol”       : “Rp 20.500,00 yang pertama…. Rp 20.500,00 yang kedua…. Rp 20.500,00 yang ketiga….. terjual…!! Selamat kepada Mbak Putri.”

Percakapan di atas merupakan salah satu gambaran saat pelelangan. Seterika memenangkan perhatian The Aunty (Putri “Kriyip”, Icha “Plonthos”, Lukvi “Dipan) dan menjadi properti karun yang terlelang dengan nilai penawaran paling tinggi (Rp 20.500,00).

Kabar menarik berikutnya ada pada pelelangan rain coat. Konon kabarnya ada dua potong rain coat warnya oranye yang ditawarkan oleh penyelenggara. Rain coat yang pertama ditawarkan dengan open bid Rp 5.000,00. Ketegangan perebutan Rain coat yang pertama ini terjadi antara Taufiq “Jongos” dan Ndoll “Pesing” yang saling tidak ingin mengalah. Taufiq “Jongos” akhirnya dengan bangga dapat memiliki rain coat oranyenya dengan menebus Rp 9.500,00 kepada kasir.

MC mengamati animo pasar untuk rain coat oranye ternyata cukup tinggi. Untuk properti yang sama, rain coat oranye yang kedua kemudian ditawarkan oleh penyelenggara dengan open bid Rp 9.500,00. Beberapa pihak mengajukan PK (Protes Kesekian kali).

“Wuoh, larang Lek…

Jangan mahal-mahal dong….”

“Kayak yang tadi ajaa……”

“Iya, kayak tadi aja. Biar banyak yang nge-bid.

Daripada ada demo pas Tea Nite, akhirnya open bid rain coat oranye yang kedua diturunkan harganya hingga senilai dengan open bid rain coat yang pertama. Ndoll “Pesing” terpancing untuk nge-bid lagi. Rain coat oranye yang kedua ini menyandang gelar Properti Karun Termahal No.2 dengan harga Rp 17.500,00 oleh penawaran akhir dari Ndoll ”Pesing” yang bersikuku dengan Akib “Centeng” sejak open bid Rp 5.000,00. Rain coat ke-1 dan ke-2. Barang sama, tapi harga beda… ambil puasnya saja. Hehehe….

Main pancing kena pancing. Open bid sepatu sneakers berwarna hijau lusuh mulai dari Rp 7.500,00. Ian “Gembel” mencoba peruntungan. Siapa tau ada yang tertarik untuk bersaing…. “Rp 8.000,00”, dia melontarkan penawaran. Tapi, ternyata tidak ada perlawanan dari siapapun sehingga sepatu itu menjadi miliknya. Waduh….😛

Hari semakin larut. Properti demi properti mempunyai pemilik yang baru. Malam itu Ander “Tuju” mempunyai body pack hitam bolong nduwur e yang dijuluki “Tas Gorengan” karena ditebus dengan uang Rp 500,00 saja dari open bid Rp 0,00. Body pack bersahaja yang beruntung🙂.

Berikut ini merupakan properti karun yang terlelang pada sesi I:

Sesi I Lelang Properti Non-Buku

Tanggal 25 November 2011

No. Nama Barang Pembeli Harga

1

Rain coat oranye I Taufiq “Jongos”  Rp    9.500,00

2

Pembatas buku Ian “Gembel”  Rp    2.500,00

3

Kupluk Eiger Sandhi “Kagol”  Rp    7.500,00

4

Tupperware ungu Sandhi “Kagol”  Rp    5.000,00

5

Sarung tangan Putri “Kriyip”  Rp    2.500,00

6

Mug LA Putri “Kriyip”  Rp    6.500,00

7

Senter Al “Bangor”  Rp    5.000,00

8

Setrika listrik Putri “Kriyip”  Rp  20.500,00

9

Celana rain coat Lukvi “Dipan”  Rp    5.500,00

10

Kertas label Edi “Lempe”  Rp    2.500,00

11

Pensil warna Faber Castle Icha “Plonthos”  Rp    5.000,00

12

Kabel portable Akib “Centeng”  Rp    5.500,00

13

Tempat stofmap Sandhi “Kagol”  Rp    4.000,00

14

Rain coat oranye II Ndoll “Pesing”  Rp  17.500,00

15

Sepatu Ian “Gembel”  Rp    8.000,00

16

Mini Tupperware Taufiq “Jongos”  Rp    6.000,00

17

Tempat pensil Rena “Pengkor”  Rp    3.000,00

18

Toples Al “Bangor”  Rp    1.000,00

19

Tali sepatu Ander “Tuju”  Rp    2.500,00

20

Tas gorengan Ander “Tuju”  Rp       500,00

21

Tas Alpina Putri “Kriyip”  Rp    1.000,00

22

Tas Laptop Axioo Edi “Lempe”  Rp    5.500,00

23

Sepatu biru Rudolf “Kodok”  Rp  20.000,00

24

Prusik Edi “Lempe”  Rp    3.000,00

25

Sarung tangan hitam Ander “Tuju”  Rp    3.500,00

26

Pisau Akib “Centeng”  Rp    1.000,00

27

Tempat pensil Farida “Jangkrik”  Rp    1.000,00
Total Hasil Pelelangan  Rp  155.000,00

 

Gambar 1. Daftar Barang Terlelang

 

Gambar 2. Rain Coat Oranye. Dari kiri ke kanan: Ndoll “Pesing” – Taufiq “Jongos”.

  

Gambar 3. Ander “Tuju” dan Tas Gorengan

22 Desember 2011. Pelelangan Sesi II: Properti Buku

Suasana malam itu cukup sepi. Jumlah peserta tidak melebihi jumlah jari tangan dan jari kaki. Ketidakhadiran Rena “Pengkor” sebagai salah satu penyelenggara semakin mengurangi arti. Beliau harus memenuhi tanggung jawab sebagai “keponakan yang baik” dengan menghadiri upacara pernikahan saudaranya yang dalam bahasa Jawa diistilahkan sebagai Palakrami. Tapi, keadaan ini tidak boleh menyurutkan semangat. Sandhi “Kagol” dan Ian “Gembel” meyakinkan diri untuk menyelenggarakan acara dengan hebat. SMS-SMS diluncurkan dengan harapan para AK segera merapat.

(Tik… tik… tik….)

Jam dinding Plantagama menunjukkan pukul 20.15 WIB. Bosen banget… sudah satu seperempat jam kegiatan kami hanya menunggu kedatangan para AK, tapi nggak datang-datang juga. Sedari pukul 19.00 WIB hanya segelintir AK yang menampakkan batang hidung. Yasudahlah, Tea Nite dibuka dengan prakata dari Sandhi “Kagol” sebagai MC, dilanjutkan sambutan dari Sandhi “Kagol” (lagi) sebagai perwakilan dari Bidang Rumah Tangga, kemudian sambutan Sang Ketua Rama “Lutung” dari keluarga Cemani. Hmm…. sambutan singkat padat berisi. Selanjutnya ada penayangan video pembuatan kimchi (yang ini disekip aja yaa….. lanjut lelaannggg).

Pelelangan sesi II yang jatuh pada akhir tahun ini ternyata tidak kalah hebohnya dibandingkan pelelangan non-buku meskipun AK yang datang hanya sedikit. Berbagai macam buku referensi ditawarkan mulai dari buku pelajaran, buku kuliah, skripsi-skripsi, buku (yang pernah menjadi) milik perpustakaan, novel-novel, hingga majalah pria dewasa (Oops…. :P). Semoga dengan pelelangan buku ini budaya membaca semakin meluas (kecuali untuk referensi terakhir).

Haha-hihi, hetawa-ketiwi, hingga sebel-dongkol menghiasi acara lelang buku. Dalam lelang kali ini Ndoll “Pesing” dikerjai lagi. Novel berjudul Kepada Bunga Ku Bicara tidak Ia dapatkan bahkan hingga nge-bid Rp 5.000,00. Padahal sudah sejak sebelum Tea Nite dibuka, dia ngebet pengen memiliki novel tersebut. Novel itu dimenangkan oleh Memed “Nggambleh” yang didukung oleh teman-teman AK untuk nge-bid hingga Rp 5.500,00. “Wahahahaha……”, suara ketawa khas Memed “Nggambleh” mengekspresikan kepuasannya berbelanja malam itu.

Rama “Lutung” cukup puas dengan buku sarat ilmu berjudul Manual Teknologi Tepat Guna Pengelolaan Air Limbah. Tidak ada perlawanan yang cukup berarti dari para AK untuk memperebutkan buku yang akhirnya ditebus oleh Rama “Lutung” dengan harga Rp 7.500,00 tersebut.

Ian “Gembel” tampak bersemangat untuk memperjuangkan buku yang diinginkannya. Hell @ Work merupakan novel karangan Eng Whyeteck yang ditawarkan oleh MC dengan open bid Rp 1.000,00. Ian “Gembel” langgsung pukul harga hingga Rp 3.500,00 pada bid-nya yang pertama. “Wah, ngerusak harga…”, kata Agri “Kohsim”. Ian “Gembel” cuma nyengir kuda. Buku itu mulus jatuh ke tangannya.

Kehebohan dijumpai saat tiba penawaran untuk majalah F*M edisi Maret 2009.

Sandhi “Kagol”     : “Selanjutnya, majalah menyenangkan F*M edisi Maret 2009 open bid Rp 500,00.”

(Beberapa saat kemudian…)

Lukvi “Dipan”        : “Rp 1.000,00”

(WUOOO… sontak semua mata tertuju pada Lukvi “Dipan”. Buahahahaha….. %&,,@###_++=%%% LOL)

Sandhi “Kagol”     : “Yak, Rp 1.000,00 yang pertama….”

Lukvi “Dipan”        : “Weh…??!!”

Sandhi “Kagol”     : “Rp 1.000,00 yang kedua….”

Lukvi “Dipan”        : “Ra ono sing nge-bid meneh iki?? Aseng….. ”

(Buahahahaha……. %&,,@###_++=%%% LOL again)

Sandhi “Kagol”     : “Rp 1.000,00 yang ketiga. Selamat, majalah jatuh ke tangan Mbak Lukvi.”

Lukvi “Dipan”        : “Yo ra popo,  ngko majalahe  iso tak nggo mbayar parkir portal kampus.”

(Buahahahaha……. %&,,@###_++=%%% LOL 1000x)

Berikut ini merupakan properti karun yang terlelang pada sesi II:

Sesi II: Lelang Properti Buku

Tanggal 25 November 2011

No.

Judul Buku

Pembeli

Harga

1 Cermin Retak Memed “Nggambleh”  Rp    1.500,00
2 English for The SLTA Sandhi “Kagol”  Rp    1.000,00
3 Teens on Seven Nita “Cawek”  Rp    1.000,00
4 Manual Teknologi Tepat Guna Pengelolaan Air Limbah Rama “Lutung”  Rp    7.500,00
5 Humor Gado Memed “Nggambleh”  Rp    1.000,00
6 Taliban dan Multi Konflik Ndoll “Pesing”  Rp    3.500,00
7 Kepada Bunga ku Bicara Memed “Nggambleh”  Rp    5.500,00
8 FHM edisi Maret 2009 Lukvi “Dipan”  Rp    1.000,00
9 Al Furqon Sandhi “Kagol”  Rp    1.000,00
10 Kamus Nurida Nita “Cawek”  Rp    3.500,00
11 Kertas loose leaf Nino “Kiting”  Rp    4.000,00
12 Hell of Work Ian “Gembel”  Rp    4.500,00
13 Topi Sandhi “Kagol”  Rp    4.500,00
14 Stress Nita “Cawek”  Rp    1.000,00
15 Clip board kayu Rudolf “Kodok”  Rp    1.500,00
16 Clip board bertutup Ian “Gembel”  Rp    1.500,00
17 Tas hitam dongker Willy “Cukong”  Rp    1.500,00
18 Tas kre-hitam Ian “Gembel”  Rp    1.500,00
Total Hasil Pelelangan  Rp  46.500,00

 

Gambar 4. Para Pemenang Lelang beserta Properti Buku. Dari Kiri ke Kanan Sandhi “Kagol” – Lukvi “Dipan” – Ian “Gembel” – Memed “Nggambleh”.

Uang hasil pelelangan sesi I ditambah sesi II terkumpul sejumlah Rp 201.500,00. Jumlah yang tidak sedikit. Semoga pelelangan ini beresensi dan berarti bagi pihak-pihak terkait.

Categories: KEGIATAN INTERNAL | Tags: , | 2 Komentar

Navigasi pos

2 thoughts on “Pelelangan The Legend Properties 2011

  1. patganoll

    kok desember 2012 sih mbk…. :p kan belum desember ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: