KARAKTERISTIK SUNGAI

Faktor-faktor yang mempengaruhi karakteristik sungai adalah :

1. Debit Sungai (volume air)

Debit sungai adalah besarnya aliran air persatuan waktu, ukuran yang umumnya digunakan adalah satuan volume per detik (m3/det) atau cubic feet second (cfs). Besarnya volume air sungai tergantung pada daerah aliran sungai tersebut. Biasanya ukuran volume air dapat dianggap sebagai tinggi air dan kekuatan aliran sungai.

Kondisi terbaik mengarungi sungai ketika volume air berkisar antara 800 – 10.000 cfs (25-300 m3/det)  . Sungai dengan volume 800 – 10.000 cfs cenderung mudah dilalui, karena kendali melalui jeram dan rintangan relatif lebih mudah dikuasai. Sebaliknya sungai besar dengan volume diatas 40.000 cfs umumnya sulit dilalui dan dihindari.Sekali terjebak dalam lengkungan ombak dan menabrak rintangan batu, cenderung berakibat menghancurkan.

Ukuran volume air dapat juga untuk mengetahui ukuran besar – kecilnya sungai, antara lain :

  • Sungai kecil : (800-1000) cfs atau (25-5000) m3/det
  • Sungai besar : (5000-10.000) cfs atau (125-250) m3/det
  • Sungai besar sekali : volume air lebih dari 10.000 cfs

Untuk mengetahui volume air dapat melihat tinggi muka air (biasanya terletak di tempat dekat jembatan). Kemudian disesuaikan dengan lebar sungai atau meminta informasi pada Dinas Pengairan setempat. Dapat juga dihitung dengan rumus :

Q = V . A

Q = debit volume air (m3/det)

V = kecepatan arus (m/det)

A = luas penampang sungai (m3)

2. Kemiringan Sungai (Gradient)

Tingkat kecuraman / kemiringan aliran sungai menunjukkan nilai rata-rata penurunan dalam suatu jarak tertentu. Setiap sungai pada jarak tertentu mempunyai tingkat kecuraman yang berbeda. Kadang tajam dan sebaliknya mendatar. Kecuraman bisa dianggap sebagai petunjuk kasar tingkat kesulitan dan kecepatan aliran sungai.

Tingkat kemiringan sungai yang dapat digunakan sebagai petunjuk tingkat kecepatan aliran, antara Lain :

  • Sungai dengan kecuraman 0-4 m/Km, umumnya berarus tenang, tidak mempunyai daerah berbahaya seperti jeram
  • Sungai dengan kecuraman 5-10 m/Km, umumnya berjeram dan cukup ideal sebagai medan ORAD
  • Sungai dengan kecuraman 10-15 m/Km umumnya berbahaya untuk diarungi dengan perahu karet, akan tetapi masih memungkinkan
  • Sungai dengan kecuraman 15-20 m/Km umumnya sudah tidak memungkinkan untuk diarungi dengan perahu karet, tetapi masih memungkinkan untuk diarungi dengan kayak lincah
  • Sungai dengan kecuraman diatas 20 m/km umumnya tidak mungkin diarungi karena mempunyai air terjun atau jeram ganas yang panjang dan sambung menyambung.

Kecuraman sungai di daerah hulu rata-rata lebih tinggi daripada di daerah hilir. Semakin ke hilir sungai akan semakin landai sebelum kemudian bermuara ke laut. Gradient sungai dapat dihitung dengan bantuan garis kontur yang memotong sungai pada peta topografi.

3. Lebar Sungai

Lebar penampang sungai mempengaruhi kecepatan arus.  Semakin lebar penampang sungai, kecepatan arus makin lambat, semakin sempit penampang sungai, kecepatan arus semakin cepat. Hal ini yang juga mempengaruhi laju perahu.

Categories: DIVISI AIR, MATERI KEPECINTAALAMAN | Tags: , , | 2 Komentar

Navigasi pos

2 thoughts on “KARAKTERISTIK SUNGAI

  1. trimakasih info ny🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: