Duren: Tantangan Merapi

Nggowo duren po piye?? Haa…” – Suneo.

Menundaklanjuti isu naik gunung Merapi maka malam itu enam AK PGM yaitu Agri “Kohsim”, Willy “Cukong”, Ian “Gembel”, Ander “Tuju”, Sandhi “Kagol”, dan Rifky “Gotasu” bertolak menuju basecamp Selo Baru. Latar belakang kami naik gunung kali ini adalah bergembira setelah ujian semester dan sebelum melewati masa KL, KKN, dan ujian Skripsi. Sepotong cerita menarik dari pendakian ini adalah adanya tantangan yang akan kami tuntaskan: belah duren di Pasar Bubrah. Belakangan ini tantangan membawa buah berukuran besar ke puncak gunung memang sedang menjadi trend dalam kegiatan hiking anak Planta. Ide nyleneh, tapi menyehatkan.

Nggowo duren po piye?? Tak tukokke. Nek gelem, tak golekke duren saiki. Tenanan. Haa….,” demikian katanya. Bernama Yono “Suneo”, AK PGM yang akan menjadi penyumbang buah kali ini. Willy “Cukong” menyanggupi untuk membawa durian tersebut saat mendaki Merapi nanti. Beberapa saat kemudian, ketika kami berenam sedang packing, Yono “Suneo” datang kembali dan membawa dua buah durian yang agak montong dan cukup besar.

Willy “Cukong”  : “Wueh… tenanan kowe, Mas….”

Yono “Suneo”    : “Tenanan no…. Dibukak neng puncak lho…! minimal Pasar Bubrah. Haa….”

Image

Gambar 1. Cukong bersama Durian

Untuk menjaga keamanan carier pinjaman yang dipakai Willy “Cukong” maka dia membalut satu buah durian yang akan dibawa menggunakan kardus dan rafia sehingga duri durian tidak merusak carier. Diputuskanlah bahwa hanya satu buah saja yang dibawa. Buah yang satunya dibuka di Planta untuk dinikmati bersama – sama karena AK yang lainnya sudah pada ngiler. Siapa coba yang tidak tergoda oleh aroma durian yang mak nyuss?! Gratis lagi…. Matur nuwun Mas Yono🙂

Hari Jumat (22/06) pukul 21.45 WIB kami berangkat dengan motor. Di lokasi 500 meter sebelum Gardu Pandang Puncak Ketep, sesaat kami buta arah. Padahal saat itu jam sudah menunjukkan pukul 23.00 WIB. Untung saja ada penduduk setempat yang dapat ditanyai. Empat puluh menit kemudian sampailah kami di Basecamp Selo Baru. Di situ kami beristirahat sebentar, melapor, dan menitipkan sepeda motor. Setiap motor terkena biaya Rp 4.000,00 untuk penitipan dan setiap kepala terkena biaya Rp 5.000,00 untuk retribusi dan asuransi.

Sabtu (23/06) pukul 00.05 WIB pendakian dimulai. Tarik maang…… Basecamp ditinggalkan. Ladang dilalui. Pos 1 di tengah hutan dilewati. Setelah 4,5 jam kami berjalan – istirahat – jalan – agak memanjat – lalu jalan lagi, maka sampailah kami di pos 2. Kondisi pos 2 berupa tanah landai, banyak batu besar, dan hanya ada sedikit tanaman pemecah angin di sana dan di sini. Pada awalnya, kami berencana untuk mendirikan dome di Pasar Bubrah. Namun, dari pos 2 terdengar suara angin malam cukup menyeramkan dari arah Pasar Bubrah sehingga diputuskan untuk nge-dome di pos 2 saja. Saat Willy “Cukong” membuka carier-nya, bau durian merebak ke segala arah. Jadi pengen ngiler…, tapi ditahan. Dome didirikan, kopi panas disajikan, kemudian tidur sejenak untuk menghimpun energi dan menyegarkan kesadaran sebelum summit attack beberapa jam lagi.

Image

Gambar 2. Pos 1 Di Tengah Hutan

 Image

Gambar 3. Dataran Landai Pos 2

Kami dibangunkan oleh cahaya mentari dan dinginnya udara pagi. AK berinisial Tuju dan Gembel bangun kemudian mengelap muka sendiri – sendiri dengan tissue galon sehingga saling menjuluki muka galon. Tidak habis pikir….. kenapa yang dipakai tissue galon, bukan tissue basah saja?! “Di rumah ada banyak tissue galon. Biar hemat duit, gak usah beli tissue basah, ya tak bawa aja tissue galonnya. Hehe…,” kata Ian “Gembel”. Tidak lama kemudian dome kami lipat dan kami masukkan ke dalam carier. Sarapan disiapkan. Dengan tenaga sandwich, summit attack dimulai. Pada saat kami bertolak dari Pos 2, waktu menunjukkan pukul 08.05 WIB dengan kondisi durian masih aman.

Setelah satu jam berjalan sampailah kami di Pos 3 Pasar Bubrah. Kondisi Pasar Bubrah berupa pasiran serta banyak gundukan batu kerikil, batu kerakal, dan batu kerokol (batu besar, red.)

Image

Gambar 4. Pos 3 Pasar Bubrah

Karena tanjakan pasir yang dahsyat di depan mata maka Willy “Cukong” menawarkan diri untuk menunggu carier di Pasar Bubrah, sedangkan yang lain dia persilakan untuk melanjutkan pendakian ke puncak. Berteduh dan menunggu carier di balik batu sambil menikmati snack cukup menyenangkannya yang sudah pernah melakukan pendakian Merapi sebelumnya.

Ander “Tuju”     : “Waa…. awake dhewe balik, duren e garek kulit e ki… wes dimaem mas Willy.”

Willy “Cukong”  : “Sante wae, duren e aman wes… khukhukhu….”

Maka, dengan muka setengah percaya kemudian lima manusia meninggalkan Willy “Cukong”.

Agri “Kohsim”, Ian “Gembel”, Ander “Tuju”, Sandhi “Kagol”, dan Rifki “Gotasu”cuma bisa geleng – geleng dan sebentar – sebentar merem – melek saat menuju puncak Garuda. Jalan tiga langkah, mundur dua langkah, secara tanjakan pasiran. Pakailah masker dan kacamata jika melakukan summit attack gunung Merapi. Debunya sangat heboh.

Pukul 10.30 WIB kami berempat menapakkan kaki di puncak Garuda dan mengibarkan bendera berlambangkan pusaka kamandalu. Kami mengabadikan momen dan berjemur selama 45 menit. Pukul 11.15 WIB  kami beranjak turun.

Image

Gambar 5. Puncak Garuda

Tiga puluh menit kemudian kami kembali bertemu muka dengan Willy “Cukong”. Dia tampak masih bersantai – santai. Duren? Aman… Saatnya makan siang kemudian belah duren :9. Menu kali ini ada sop bakso – brokoli, mie, nasi, orak – arik telur, air nutri fruit & vege, fanta, apel, pear, dan tidak ketinggalan duren dari Yono “Suneo”. Dua kata untuk kesan makan siang kali ini: nikmat dan banyak.

Image

Gambar 6. Menu Makan Siang

Pukul 13.30 pesta disudahi. Packing selama 30 menit kemudian turun gunung. Dua jam kemudian kami sampai di Gardu pandang Selo Baru. Istirahat sebentar, melapor di Basecamp Selo Baru, makan malam, kemudian kami pulang ke Plantagama membawa cerita.

Categories: SEPUTAR GUNUNG | 2 Komentar

Navigasi pos

2 thoughts on “Duren: Tantangan Merapi

  1. lha duren e durung di belah ki kepriwe lah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: