Aku Jatuh Cinta Pada Alam (Catatan Calon Anggota)

Hari itu adalah hari spesial buatku. Bergabung di sebuah organisasi pecinta alam. Adalah hal yang sangat aku idam-idamkan sejak aku masih SMA. Hmm, luar biasa bahagia yang aku rasakan saat itu. Seperti mendapatkan hadiah besar. Siapa pun yang mendapatkan sesuatu yang sangat diidam-idamkan sebelumnya, tentu kesenangannya bukan main.

***

PLANTAGAMA. Nama yang unik. Aku penasaran dengan kata itu. Sejak pertama aku mendengar kata itu, aku berusaha menerka kepanjangannya. Karena aku yakin bahwa kata PLANTAGAMA adalah sebuah akronim. Aku mencoba mengaitkan dengan nama fakultasku saat ini. Tidak hanya itu, aku juga mengaitkannya dengan nama universitas. Ya, aku dapat. GAMA untuk Gadjah Mada. Tapi PLANTA? Tidak ada yang cocok dengan kata itu jika merupakan sebuah akronim. Aku tak mampu menafsirkan kata itu. Hal itulah yang membuat rasa penasaranku menggila. Ada semacam teka-teki yang menggenang dalam kepalaku. Kalau aku mau cara yang simple, aku tinggal cari saja di internet, tetapi aku ingin tahu itu tanpa internet. Sudah terlalu banyak hal yang aku dapat dari internet, apa gunanya kepalaku, untuk itu, aku berikan kesempatan kepalaku untuk melilit waktu. Hmm, tetapi tidak juga aku temukan.

Kumpul pertamaku bersama para pecinta alam pun dimulai. Para calon anggota mulai memperkenalkan diri satu-persatu. Hingga aku hafal semua calon anggota yang hadir saat itu. Wajar saja, yang datang tidak lebih dari sepuluh orang. Walau begitu, semangat tetap kulahirkan dari jiwaku melalui rautku.

Sesi satu dimulai. Kami memulai sesi dengan sharing tentang pecinta alam. Di sesi ini, aku kembali mengulang memori silamku saat SMA, saat Kak Mizi menjelaskan etika seorang pramuka. Hanya saja di sini objeknya berganti dengan Pecinta Alam.

Dalam pembicaraan tersebut, seperti biasa. Selalu saja ada pertanyaan yang tidak pernah hilang dari masa ke masa. Seakan pertanyaan itu adalah pertanyaan pusaka yang menjadi awal pembicaraan.

“Kenapa kamu masuk di organisasi pecinta alam?” begitulah pertanyaan yang kerap terlontar saat pertama bergabung di sebuah organisasi. Apa pun itu. Dan tentu saja, jawabannya pun tidak ada yang berubah dari masa ke masa. Seakan pun jawabannya sudah dipersiapkan sejak di rumah. Jadi pertanyaan dan jawaban itu seperti sudah tersekenario lebih awal sebelum pertemuan berlangsung.

Tapi tidak! Ada yang berbeda hari itu. Ada hal yang membuatku tercengang kagum dan sedikit lucu, lantaran tidak aku temukan di lainnya. Jawaban dari pertanyaan yang selalu sama setiap masa ternyata tidak sama dengan biasanya. Jika biasanya orang yang ditanya seperti itu, maka orang itu akan menjawab “Untuk mencari pengalaman”. Tetapi tidak di sini. Aku benar-benar melihat sosok pecinta alam yang benar-benar mencintai alam. Macam-macam jawabannya. Ada yang menjawab “supaya lebih dekat dengan alam” ada juga yang “supaya bisa menambah kecintaan dengan alam” ada pula yang menjawab “saya ingin dicintai alam, maka saya harus mencintai alam” dan bermacam-macam lagi.

Inti yang dapat kusimpulkan dari sesi pertama itu adalah bahwa alam juga punya bahasa. Akan tetapi berbeda dengan bahasa manusia. Jika alam tidak suka, akibatnya adalah bencana. Selain itu juga, kita adalah bagian dari alam, untuk itu kita harus mencintai alam selayak kita sendiri. Kini aku semakin faham hakikat pecinta alam. Kecintaanku semakin dalam setelah diskusi ruang saat itu.

***

Materi kedua disampaikan oleh Mas Sandhi. Aku agak segan jika bertemu dengan dia. Lantaran baru tahu kalau dia adalah seorang pria. Sebelumnya aku mengira bahwa ia adalah seorang mbak-mbak, lantaran dia menyebut bahwa namanya Sandhi saat nge-jarkomin para cata. Ia tidak pernah bilang bahwa ia adalah laki-laki. Dan aku selalu menyebutnya Mbak Sandhi tiap kali SMS, dan di kontak HP-ku, aku menyimpan nomornya dengan nama kontak Mbak Sandhi. Syukurnya aku sudah meminta maaf dan dia juga memaafkan.

PLANTAGAMA. Di materi kedua ini lah dia mengenalkan semua tentang PLANTAGAMA. Ternyata kata itu adalah kombinasi antara Plant dan Gadjah Mada. Plantagama, berasal dari kata Plant berarti tanaman, dan Gama merupakan singkatan dari nama almamater Gadjah Mada. Akhirnya usai sudah rasa penasaranku dengan kata yang membuat ketertarikanku tak keruan. Sesi ini mengupas tentang Plantagama. Sejarah, simbol, struktur kepengurusan, dan lain-lain.

Setelah semua rangkaian hari itu kami lalui, aku tetap belum merasakan kepuasan. Aku sangat tertarik dengan ilmu-ilmu lain yang tidak aku ketahui, namun ada di sini, di Plantagama. Aku merasa menemukan keluarga baru di Plantagama. Tidak ada yang tidak ramah, sungguh mereka seperti sosok kakak yang penyayang bagi adiknya. Ramah, seperti alam yang ramah setelah mereka ramahi.

Salam Lestari…!

– Ahmad Sofyan (Asoy) / Sosek 2013

Categories: DIVISI LINGKUNGAN, KEGIATAN LAIN | Tags: | 2 Komentar

Navigasi pos

2 thoughts on “Aku Jatuh Cinta Pada Alam (Catatan Calon Anggota)

  1. akibmifta

    rasa penasaranku jg terjawab tentang “asoy” .ternyata asoy jg sebuah akronim dari ahmad sofyan #asalTerka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: